Makassar – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulsel melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur Sulsel pada hari ini, 19 April 2016. Kedatangan rombongan disambut dengan hangat oleh Ketua Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Pemprov Sulsel, Andi Murlina, beserta para staf.

“Tujuan kami ke sini untuk berdiskusi tentang perempuan menjelang Hari Kartini dan sharing informasi terkait program kerja peningkatan peran perempuan dalam ketahanan keluarga,” ungkap Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Sulsel, Susy Smita Pattisahusiwa.

Dalam suasana silaturahim yang penuh keakraban, Andi Murlina mengucapkan rasa terima kasih kepada PKS atas kunjungan itu. “PKS adalah partai pertama yang melakukan audiensi dengan kami. Ke depannya, kami siap bekerja sama dengan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS untuk meningkatkan kapasitas perempuan Sulsel,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi Murlina mengungkapkan bahwa Pemprov Sulsel akan senantiasa mendorong lembaga-lembaga agar berkontribusi dalam program pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga.

“Kita harus memperkuat ketahanan keluarga melalui berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan. Pola pikir ibu-ibu dalam mendidik anak harus diubah. Ilmu agama mesti didahulukan dalam sistem pendidikan anak, sehingga mereka jadi lebih terarah,” jelas Andi Murlina.

Sejalan dengan hal tersebut, Susy Smita menuturkan bahwa akar dari kuat lemahnya suatu bangsa ada pada keluarga. Oleh sebab itu, PKS juga turut berkomitmen untuk membenahi keluarga melalui Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga.

“Sulsel punya banyak PR, bukan hanya soal tawuran dan begal, tapi juga masalah woman trafficking dan LGBT yang sedang marak. Peran aktif pemerintah dalam perbaikan masyarakat akan timpang jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat. Keluargalah yang menjadi gerbang pertama untuk membentuk kesadaran itu,” jelasnya.

Susy pun mengatakan bahwa tingginya keterwakilan perempuan di dewan, instansi, maupun lembaga-lembaga akan meningkatkan pemenuhan kebutuhan perempuan.

“Cara pandang perempuan dan laki-laki dalam melihat kondisi keluarga dan masyarakat tentu berbeda. Kehadiran perempuan di tengah-tengah publik bukan sekedar untuk menunjukkan eksistensinya, tapi untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Facebook Comments

NO COMMENTS

Leave a Reply