Pemerintah Mesti Antisipasi Kebutuhan Sapi dan Kambing Menjelang Iedul Adha

0
623

Jakarta, (22/07) – Belum berhasilnya pemerintah dalam mengelola sebaran daging sapi sesuai kebutuhan pada tiap wilayah di Indonesia memicu gejolak harga daging yang tinggi pada daerah-daerah tertentu terutama Jabotabek. Anggota komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengatakan, bahwa kekurangan stok pada daerah padat permintaan membuat gejolak harga yang berpengaruh pada keresahan secara nasional.

“Situasi buruknya manejemen logistik daging telah banyak dimanfaatkan beberapa importir untuk mengklaim bahwa kebutuhan daging dalam negeri kurang sehingga diperlukan impor daging sapi dari luar negeri” ujar Andi Akmal.

Politisi FPKS ini menginginkan, agar pemerintah dapat membuktikan, pada moment Iedul Adha, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan sapi dan kambing dengan harga terjangkau. Kemudahan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sapi dan kambing untuk dijadikan qurban, diharapkan dapat sedikit memberi kepuasan kepada kinerja pemerintah.

Permintaan yang tinggi akan kebutuhan sapi hidup di wilayah Jabotabek akan memicu pergerakan sapi di berbagai wilayah ke daerah ini.

“Saya sudah memperhatikan, truk-truk pengangkut sapi sudah bergerak dari daerah sentra sapi menuju kota-kota besar terutama Jakarta dan sekitarnya. Namun untuk pengangkutan antar pulau melalui kapal laut kami belum sempat chek dan akan terus akan kami pantau sebagai pengawasan”, jelas legislator Sulawesi Selatan II ini.

Terkait dengan kebutuhan akan daging kambing, Akmal sangat yakin bahwa pemenuhan kebutuhannya dapat dengan mudah dipenuhi. Namun pemerintah masih harus tetap waspada terhadap segala kemungkinan terutama pada penyakit yang berbahaya yang dapat mengenai kambing-kambing hidup.

Keyakinan Akmal pada pemenuhan kebutuhan kambing sangat berdasar, karena sentra kambing banyak terdapat di Jawa Barat yang mampu memenuhi kebutuhan di tiga provinsi sekaligus yakni Jawa Barat, Banten dan Jakarta. Karena dari jumlah populasi kambing atau domba di Jawa Barat, sebesar 10,6 juta ekor di Jawa Barat, hanya terserap 600 ribu hingga 1 juta ekor saja per tahun. Sedangkan untuk sapi hidup, Akmal memperkirakan, kebutuhan sapi lokal hidup pada saat Iedul Adha dapat mencapai 200 ribu ekor hanya untuk kebutuhan Jabotabek.

“Saya berharap, pemerintah menyediakan kebutuhan sapi dan kambing hidup untuk kebutuhan qurban Iedul Adha berasal dari peternak lokal. Tinggal masalah memperbaiki manajemen stok dengan distribusi yang baik didukung semua elemen pemerintah dan aparat. Dengan terserapnya sapi lokal untuk qurban, mudah-mudahan para peternak dapat menerima hasil yang layak atas kerja mereka memelihara sapi dan kambing”, pungkas Andi Akmal Pasluddin.

Facebook Comments

NO COMMENTS

Leave a Reply