May Day, Fraksi PKS akan Perjuangkan Nasib Pembantu Rumah TanggaMakassar – Menjelang Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menjaring aspirasi buruh Sulsel lewat acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Konfederasi Pekerja se-Sulsel yang digelar di Cafe Mangkok Merah di Baddoka, Makassar (30/04).

Salah satu yang menguat dalam FGD tersebut adalah kondisi pembantu rumah tangga, menurut Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulsel bahwa pembantu rumah tangga beralih profesi sebagai pekerja rumah tangga, “Semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan, tanpa batasan jam kerja,” kata Iskandar dari KSPI.

Ketua Fraksi PKS Sulsel, Taslim Tamang membenarkan pernyataan KSPI tersebut, menurut Taslim nasib pembantu rumah tangga harus diperjuangkan, “Selain tidak adanya batasan jam kerja, kita juga belum tahu berapa jumlah pembantu rumah tangga di Sulsel,” ungkap anggota Komisi B itu.

Mudzakkir Ali Djamil dari Fraksi PKS Kota Makassar mengatakan bahwa Isu Ketenagakerjaan akan menjadi isu yang akan diperjuangkan oleh Fraksi PKS. Menurut Mudzakkir bahwa masih banyak buruh yang tidak mendapat haknya dari perusahaan. “Contohnya saat DPRD Makassar melakukan sidak di Kima, masih banyak perusahaan yang tidak memberikan jaminan sosial kepada pekerjanya,” ungkap Mudzakkir.

Ketua Konfedarasi Serikat Pekerja Indonesia Sulsel, Jawarman memberikan apresiasi kepada FPKS yang mengadakan acara FGD untuk menyerap aspirasi buruh. “Sampai saat ini hanya PKS yang mengundang kami diskusi,” kata Jawarman.

Selain masalah pekerja rumah tangga, juga dibahas masalah UMP, kesejahteraan pekerja dan berbagai permasalahan lainnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Taslim Tamang, Andi Jahida Ilyas dan Mudzakkir Ali Djamil, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulsel, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI) Sulsel dan perwakilan DPW PKS Sulsel.

Facebook Comments

NO COMMENTS

Leave a Reply