“Harga Cabai Tinggi Pada Jangka Waktu Terlalu Lama”

0
3444

Jakarta, (28/02) – Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengatakan walaupun cabai diperlukan dalam jumlah kecil sekitar 4,36 kg/kapita/tahun, namun setiap hari masyarakat Indonesia mengkonsumsi komoditas ini. Dengan permintaan yang rutin tiap hari meski dengan jumlah yang kecil, fluktuasi harga akan memberikan dampak keresahan yang cukup berarti di masyarakat luas.

“Saya sangat berharap kapada pemerintah, untuk mampu mengendalikan aspek pasokan (supply) dan permintaan (demand) pada saat musim hujan. Karena pada musim ini, harga cabai melonjak tak terkendali seperti saat ini, bahkan dalam jangka waktu yang cukup lama”, harap Politisi FPKS ini.

Akmal menambahkan, hingga saat ini, kejadian rutin tiap tahun pada tataniaga cabai ini selalu mengalami lonjakan. Pada musim hujan terjadi kekurangan pasokan cabai, sedangkan konsumsi tetap sehingga terjadi kenaikan harga cabai yang sangat tajam.  Solusi dari pemerintah untuk turut campur tangan sehingga terjadi keseimbangan dan kestabilan hingga kini belum ada solusi komprehensif.

Ketua Kelompok Fraksi FPKS ini menyuarakan sikap resmi fraksinya terhadap tingginya harga cabai yakni meminta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki sistim distribusi dan tata niaga cabai dengan memangkas jalur distribusi yang merugikan konsumen di tingkat akhir. Selanjutnya FPKS juga meminta kepada pemerintah agar mampu mengurangi dampak terjadinya pasar oligopoli yang bersifat “price maker” dan memperbaiki sebaran daerah sentra produksi cabai.

“Saya secara khusus di komisi IV dimana kementerian pertanian menjadi mitra kami, akan menyampaikan sikap fraksi PKS agar pemerintah dapat segera melakukan stabilisasi produksi cabai di saat musim hujan dengan manajemen produksi dan teknis budidaya yang lebih baik”, kata Akmal.

Selanjutnya Akmal menambahkan bahwa Fraksinya meminta Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian meningkatkan produksi cabai olahan sebagai alternatif pengganti cabai segar terutama untuk manajemen stok di saat musim hujan.

“Saya berharap, harga cabai ini tidak terlalu lama lagi dapat diturunkan. Sudah terlalu lama cabai ini harganya tinggi, padahal hampir tiap hari sebagian masyarakat mengkonsumsi cabai sebagai bahan tambahan berbagai bentuk variasi produk makanan olahan”, pungkas Andi Akmal Pasluddin.

Facebook Comments

NO COMMENTS

Leave a Reply